Showing posts with label My journey. Show all posts
Showing posts with label My journey. Show all posts

Wednesday, December 15, 2021

Divonis kanker!! (part 5)

Divonis kanker 😱!!

Kamu tau gimana kagetnya aku waktu itu? Mana ke dokter sendirian 😒 . Suami, saudara dan sohib-sohibku saat itu ga bisa menemaniku untuk cek ke dokter. Antara percaya dan ga percaya, aku dengarkan penjelasan dokter mengenai penyakitku ini... 

     "Ini sih kanker" kata dokter saat itu, sudah berapa lama? kenapa ga langsung ke saya? pernyataan pertama, disusul dengan pertanyaan-pertanyaan yang sempat membuat aku begitu kaget dan heran, antara percaya tidak percaya dengan perkataan dokter yang saat itu aku dengar. Gimana ceritanya bisa kanker? setauku tidak ada riwayat di keluargaku yang sakit kanker. 

     Hebatnya dokter senior ini, begitu melihat langsung bisa mendiagnosa "penyakit kulitku" ini dengan penyakit yang tak pernah terbersit dipikiranku hingga detik itu. 

     "Saya harus bagaimana dok?" Tanyaku kebingungan. Aku dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, cek darah, USG payudara dan perut, thorax dan tentu saja test antigen dimasa corona ini. 

     Satu persatu aku jalani test yang dianjurkan dokter. 

     Saat itu aku bimbang, apakah harus segera memberitahukan kabar ini ke suami dan saudara-saudaraku, aku ga mau mereka shock dan terbebani. Tapi akhirnya aku putuskan memberitahu mereka. Suamiku dengan panik segera menyusul ke rumah sakit, maaf ya oppa πŸ€­πŸ™. 

#belajar berbagi #lawankanker #ceritakanker #breastcancer #kankerpayudara #
#jangan lupa bahagia #smileπŸ˜„πŸ’•

Tuesday, December 14, 2021

Divonis kanker!! (part 4)

     Saat ke dokter kulit pertama kali, dokter memberi resep obat kompres (kemungkinan cairan NaCl). Saat itu aku agak heran juga mengapa dokter tidak memberi obat khusus untuk lukaku dan hanya dengan obat kompres saja. Namun aku masih berpikir mungkin dengan mengganti semua bra dengan bahan yang nyaman dan juga mengompres payudaraku, mungkin lukanya akan ikut  mengering dan membaik dengan sendirinya. 

     Sampai dengan minggu ketiga februari 2021, karena luka di payudaraku masih belum sembuh maka aku kembali ke dokter kulit. Masih dengan dokter kulit yang sama dan aku diberi resep untuk obat kompres seperti yang sebelumnya dan kali ini diberi salep untuk lukanya. lanjut kompreesss...⛄

     Dari beberapa pemeriksaan yang sudah aku jalani, aku tidak dipantang makanan tertentu karena dari hasil analisa disimpulkan, ruam pada payudaraku muncul karena alergi kontak atau alergi terhadap bahan tertentu, karena kalau dari makanan, ruam nya bisa timbul dimana saja dan tidak terfokus di payudara. Selain kompres dengan obat kompres, saat itu aku juga menggunakan air dingin untuk mengompres.

     Pertengahan Maret 2020, karena tak kunjung membaik, aku disarankan untuk ke dokter kulit yang lebih senior, yang diharapkan bisa memberikan pengobatan yang lebih cepat dan lebih manjur. Berharap segera sembuh maka aku segera cuuuzzz πŸš—πŸš—πŸš—pergi ke dokter kulit di PIK. πŸ‘­

     Oleh dokter kulit senior ini aku langsung dirujuk ke dokter onkologi. Saat itu aku masih bingung dan tidak begitu paham, apa itu dokter onkologi πŸ‘€ sehingga aku belum berpikir macam-macam. Saat itu dokter onkologi di PIK antriannya dahsyat, sudah full booking sampai satu bulan kedepan. 

     Dari hasil googling sohib tercintah ( beruntungnya aku,ada sohib yang baik hati dan tidak sombong, jagoan lagi pintar, sigap,cepat tanggap kapanpun, sakti mandraguna 😘) hari itu juga aku pergi ke dokter onkologi di daerah Rawamangun.

#belajar berbagi #lawankanker #ceritakanker #breastcancer #kankerpayudara
#jangan lupa bahagia #smileπŸ˜„πŸ’•

     

     

Sunday, November 28, 2021

Divonis Kanker!! ( part 1)

Divonis kanker 😱!!

Kamu tau gimana kagetnya aku waktu itu? Mana ke dokter sendirian 😒 . Suami, saudara dan sohib-sohibku saat itu ga bisa menemaniku untuk cek ke dokter. Antara percaya dan ga percaya, aku dengarkan penjelasan dokter mengenai penyakitku ini... 

Berawal sekitar bulan Juli 2020 di beberapa bagian tubuhku kadang muncul gatal-gatal seperti biang keringat, namun berpindah-pindah tempat. Kadang hilang dengan sendirinya, kadang harus aku tabur bedak gatal ataupun aku rendam dengan air sirih agar berkurang gatalnya. Akhir-akhir ini aku berpikir bahwa mungkin saat itu imun tubuhku sedang menurun dan memberikan sinyal yang kurang aku pahami sehingga aku tidak menanggapinya dengan serius.

Bulan September atau Oktober 2020, aku merasakan payudaraku agak mengeras dan kulit disekitarnya berasa agak tebal. Aku hanya berpikir sederhana aja, mungkin ada pembuluh yang tersumbat. Maka aku berusaha untuk mengatasinya dengan mengompres menggunakan air hangat dan mengoleskan obat semprot tradisional di sekitar payudaraku (jangan dicontoh yaaa). Namun setelah beberapa saat gejala itu tidak berkurang dan malah menjadi agak kemerahan. 

Saat itu adik bungsuku habis melahirkan dan sedang menyusui, ada kalanya dia mengalami hal yang hampir mirip dikarenakan kurang lancarnya air asi dan disarankan untuk menjalani terapi laktasi dan kompres air hangat agar air asinya dapat kembali lancar. Sempat terpikir olehku, mungkin aku mengalami seperti yang orang-orang bilang, siapa yang hamil siapa yang ngidam gitu πŸ˜“ jadi aku juga sempat kompres payudaraku dengan harapan akan memperlancar pembuluh yang tersumbat tesebut. Namun ternyata apa yang aku lakukan tidak juga membuahkan hasil. Payudaraku tetap kemerahan, namun karena aku tidak merasakan gangguan dan juga masih gencarnya berita-berita mengenai virus corona saat itu yang sedikit banyak membuat aku agak was-was untuk berkunjung ke rumah sakit, maka aku tidak berpikir untuk memeriksakannya ke dokter sesegera mungkin. ( hai ladies, kalo ada yang berbeda dengan payudara kamu, segera periksakan ke dokter yaaa...)

#belajar berbagi #lawankanker #ceritakanker #breastcancer #kankerpayudara
#jangan lupa bahagia #smileπŸ˜„πŸ’•

Thursday, April 24, 2014

Karimun Jawa 09-11 Agustus 2013

 
Liburan panjang lebaran 2013 sudah beberapa lama usai, dan niatan untuk berbagi cerita mengenai kegiatan jalan-jalan di waktu liburan baru dapat terlaksana sekarang, semoga belum banyak yang terlupakan ya.... Sebenarnya dari sebelum lebaran saya sudah mulai menulis untuk menceritakan rencana dan pengalaman traveling ke karimun jawa, tetapi karena satu dan lain hal akhirnya baru sekarang deh, kita mulai aja yaaa..
     Jauh-jauh hari sebelum libur, teman saya diajak untuk mengisi liburan ke karimun jawa. Awalnya saya agak ragu untuk ikut serta, namun akhirnya saya ikut bergabung juga setelah mendengar bahwa katanya karimun jawa adalah tempat wisata yang indah bak surga dunia,naah...siapa yang gak tertarik nih??? Apalagi semua pemesanan tour n travel selama di karimun jawa sudah diatur oleh teman-teman. Tinggal berangkat aja, asyik khan...
     Teman saya menggunakan jasa paket wisata karimun jawa dari wisatabagoes.com, waktu itu dengan tarif 1.4 juta karena kami upgrade dari paket homestay menjadi paket hotel.   
     Setelah paket wisata didapat, maka tahap awal saya mencari-cari informasi mengenai transport dari solo menuju semarang atau jepara. Waktu itu saya mendapat informasi mengenai travel solo-semarang yang menggunakan mobil yang nyaman yaitu Cipaganti Travel 0271-9300093 yang berangkat dari Hotel Dana Solo, maka segera saya segera menelpon untuk reservasi, namun karena bertepatan dengan libur lebaran hari pertama yaitu tanggal 8 Agustus 2013, ternyata travel nya tidak beroperasi. Akhirnya saya putuskan naik bis saja. Namun ternyata dapat rejeki, adik saya dan rombongan ada yang hendak ke bogor, akhirnya nebeng deh.
     Sampai di semarang meeting point pertama di stasiun tawang semarang, selanjutnya kami dijemput travel untuk menuju ke jepara. Perjalanan kira-kira 1.5 jam,akhirnya kami sampai di penginapan di jepara.

Lanjut acara makan malam dan istirahat deh.
   
Beruntung tempat penginapannya dekat dengan tempat wisata yaitu pantai bandenga, jadi kita sempatkan lihat-lihat dan main air sebentar disana. Sempat main kano dan banana boat, karena masih ada waktu kami juga ikutan rombongan kapal yang menyeberang ke pulau panjang. Pulaunya tidak terlalu besar, jadi kami lihat-lihat pemandangan dan foto-foto saja.

Siangnya kami dijemput untuk diantar ke dermaga jepara, tiket penyeberangan sudah dipesan oleh agen kami, tinggal tunggu waktu menyeberang menggunakan kapal express bahari.


kapal nya semacam kapal cepat penyeberangan yang di merak-bakauheni. Waktu menyeberang ke Pulau Karimun sekita 1 jam 45 menit.
    Setelah sampai di seberang, kami dijemput tim tour yang sudah standby di karimun dan mengantar kami ke hotel. Disana kami baru mengetahui kalo ternyata listrik masih terbatas dan hanya nyala dari sore hari sampai pagi hari. Jadi siap-siap power bank atau irit baterai handphone ya....

Setelah taruh barang, makan siang dan istirahat sebentar, acara dilanjutkan
melihat-lihat pulau-pulau lainnya dan kembali ke karimun. Sempat ketika kapal berhenti, terlihat banyak ikan kecil di sekeliling kapal, terumbu karangnya juga terlihat jelas.

Sampai kembali di pulau karimun, acara dilanjutkan makan malam dan istirahat.
    Esok harinya tanggal 10 acara dilanjutkan, dengan menggunakan kapal kemarin dan mengenakan pelampung agar aman, kita lanjut dengan snorkling ke sekitar pulau diantaranya pulau mejangan kecil, pulau kecil dan ke pulau tengah untuk main di pantai dan makan siang dengan menu ikan bakar yang sudah disediakan. Coba lihat nih pemandangannya...indaaah dan airnya bersih dan bening sekali. Seharusnya ada juga rute ke pulau gosong, tapi berhubung laut sedang pasang sehingga permukaan pulau nya tidak terlihat, jadi hanya melalui dan melihat dari jauh saja.





  
setelah kenyang makan siang, lanjut snorkling lagi dan ke penangkaran ikan hiu. Bagi yang berani diperbolehkan untuk berenang bersama ikan hiu nya. Ada ikan hiu sirip putih dan ikan hiu sirip hitam. Katanya sih lebih galakan yang sirip putih. Dan karena kita abis makan pake tangan, dianjurkan untuk tidak mencelupkan tangan ke dalam karena takut disambar hiu, nanti dikira makanannya ^_^
Selesai bermain dengan ikan hiu, kami kembali ke pulau karimun untuk makan malam dan beristirahat.

     Esok harinya acara dilanjutkan lagi, snorkliiiiinng berenang dengan ikan kecil-kecil dan berfoto di dekat terumbu karang, semoga kita ga merusak alam ya...















selesai memberi makan ikan-ikan kecil, acara dilanjutkan eksplore menuju ujung gelam. Saya terpesona dengan betapa bening nya air sepanjang perjalanan menuju pulau ujung gelam.

betapa indahnya pemandangan jika masih asri dan tidak terkena dampak polusi. Semoga masih bisa selalu terjaga demikian.















Puas bermain di pulau ujung gelam dan melepas dahaga dengan air kelapa, kami kembali ke Pulau karimun besar dan bersiap untuk kembali ke tempat asal masing-masing.







Sekian dulu ya ceritanya...kapan-kapan disambung lagi dengan acara yang lebih seru. Kalo ada waktu boleh tuh ikutin kita jalan-jalan ke Karimun Jawa, gak nyesel deh....see uuuuu... ^_^










Monday, November 28, 2011

Car Free Day

     Car Free Day atau hari bebas kendaraan sepanjang ruas jalan MH Thamrin - Sudirman Jakarta pusat yang diberlakukan oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan tujuan mengurangi tingkat polusi khususnya di wilayah jakarta, berlangsung pada jam 06.00 - 12.00 WIB setiap minggunya. 

     Jam 05.30 aku dan teman-teman sudah siap berangkat ke bundaran HI untuk ikut meramaikan sekaligus mencari kebugaran...(cieee mulia bener khan niatnya hihihi...) pagi-pagi sudah bangun dan siap berangkat ternyata membuat cacing-cacing peliharaan di perut jadi kaget, alhasil setiap ada tukang jajan yang nangkring bawa-bawa gerobak kebagian pelototan dariku dan teman-teman, jual apa tuh? beli gak ya???...mie ayam, bubur, warteg....setelah perundingan dan pertimbangan yang panjang dan matang, didukung banyak suara dari dalam perut, akhirnya kita putuskan untuk nyabu dulu, alias nyarap bubur. Biar nanti gak masuk angin dan olah raganya makin semangat. Itu menurut pendapatku dan teman-teman sih, entah apa kata pakar kesehatan. Setengah porsi bubur ditambah sate usus sudah berhasil menenangkan perut, eh jadi inget jargon perut kenyang, hati riang, hidup senang...wkwkwk...yuk lanjut lagi ke bundaran.
     Nyampe di air mancur bundaran indosat, sembari nungguin teman-teman yang lain, ga lupa jepret-jepret duluan sambil mejeng. Ada beberapa yang sudah kumpul, jepret lagi, ada juga yang ketinggalan kumpulnya karena susahnya cari parkir, maklum di monas juga sedang ramai karena ada upacara untuk memperingati hari Guru yang jatuh pada tanggal 25 November 2011 kemarin. 
     Matahari sudah makin terik bersinar, akhirnya kita mulai deh jalan-jalannya..ayooo..tuk wak...tuk wak...jalur kiri sepeda, jalur kanan jalan kaki yaaa...kata petugas yang berjaga untuk mengatur lalu lintas pejalan kaki dan pengendara sepeda.  
     Beragam sepeda ada disini, dari yang model jaman nenek aku alias sepeda kumbang ataupun sepeda jaman sekarang dengan berbagai warna,ukuran dan model, berlalu-lalang dengan asyiknya. Baru beberapa saat berjalan, ada rombongan baris berbaris dengan bermacam-macam seragam, rupanya bapak-bapak dan ibu-ibu yang memperingati hari guru nasional. Terpujilah wahai engkau bapak ibu guruuuu....masih ingat nama guru-guru kamu gak????
Naluri mengajar melekat kuat sampai aba-aba baris berbarispun mengandung unsur pengajaran, komandan berteriak satu ditambah satu...anggota nya pun menjawab dua, ditambah satu...tiga...ditambah satu...empat...ditambah satu...lima...dikurang empat...satu...dan seterusnya. Salut buat bapak dan ibu guru yang sabar-sabar mendidik murid-muridnya dan membantu mempersiapkan masa depan mereka. Ayo kita lanjutkan jalan-jalannya yaa...
     Sesampai di bundaran HI, kali ini kita tidak bisa menikmati air mancurnya karena sedang dalam proses pengurasan yang kabarnya membutuhkan waktu kurang lebih satu bulan. Di sebelah kanan bundaran HI banyak orang-orang yang menggelar dagangan, ada makanan minuman, pernik-pernik sepeda, dari yang digelar dibawah, gerobak maupun di mobil.Sembari melepas penat kita bisa mencari jajanan sesuai selera.

Ayo mo cari jajanan apa? sate padang, bakpao? mie ayam, ketupat sayur, es teh ataupun air putih. Wah ada juga yang sempet bergaya dengan motor gede pak polisi yang sedang di parkir di pinggiran bunderan karena pak polisinya lagi sibuk mengawasi jalanan supaya lancar dan terkendali, maklum karena busway masih beroperasi dan jalanan disekitar bundaran cukup padat.
     Sudah cukup beristirahat kita lanjutkan kembali ke meeting point. Oh iya, hari itu juga ada yang membagi-bagikan tanaman untuk mendukung go green, ada juga pawai dengan kostum pohon-pohon dan bunga. Ada yang suka namun ada juga anak-anak yang takut,hehehe..jangan takut nak, mereka baek-baek kok.  Ayo kita jaga bumi kita dengan menanam pohon-pohon di sekitar lingkungan kita yaaa... Sampai disini dulu jalan-jalan kita ya...kapan-kapan kita lanjutkan lagi, gerak jalan sehat dan kurangi polusi.




Friday, July 30, 2010

Melepas Rindu...

Waaahh...ternyata sudah lama juga aku tidak menulis dan melihat blog yang aku buat ini...
rasanya ada kerinduan tersendiri yang membuat aku ingin menulis dan menambahkan entri baru. Hmmm apa ya yang asyik untuk dibahas??? berita- berita terhangat sekarang aja ya...
     Kabar artis-artis sekarang...belakangan Ariel ex Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari yang paling leboh menyita perhatian semua kalangan dengan beredarnya video-video mesranya. Dari pecinta gosip, pekerja , elit politik bahkan anak-anak sekolah...ada yg menghujat ada juga yang memberi simpati. Beritanya sampai sekarang juga belum ada penyelesaiannya.
     Disusul sekarang salah satu diva yang sedang mabuk cinta...Krisdayanti yang lagi mabuk kepayang terpikat oleh cinta Raul Lemos, cinta yang kadang gak tau kapan datang dan perginya, yang bisa membuat bahagia atau menangis tersedu-sedu dan kadang membutakan mata hati. Yang sungguh disesalkan jika cinta yang membuat bahagia itu dibangun diatas kesedihan orang lain. Tapi itu menjadi tanggung jawab pribadi bagi yang mengalaminya terhadap Sang Penciptanya, jadi rasanya aku gak perlu ikut-ikutan menilai perilaku mereka yang lagi dimabuk cinta,betul????
     Apalagi ya...hhmm.. ada lagi gelaran piala dunia yang belum lama usai, digelar di Afrika dengan zakumi sebagai maskotnya, lagu waka-waka yang dibawain dengan apiknya oleh shakira berhasil memeriahkan piala dunia tahun ini. Spanyol mencetak sejarah baru dengan merebut Piala Dunia 2010 setelah berhasil menundukkan tim Belanda 1-0 dengan gol di perpanjangan waktu. Aku pribadi gak terlalu mengikuti secara detail, cuma dengar dan lihat beritanya dimana-mana...orang-orang gak cowok atau cewek, muda atau tua, ikut memeriahkan piala dunia dengan berbagai cara, ada yang pakai kaos warna-warni, rambut warna-warni bahkan badan dan muka pun berwarna-warni mengikuti warna tim jagoannya. Aneh-aneh aja ya cara orang berekspresi hehehe...
     Sebenarnya rasa rindu bercerita masih terasa, tapi sementara itu dulu deh...nanti kapan-kapan aku sambung lagi ya....sampai ketemu di cerita berikutnya...luv u all....

Tuesday, November 17, 2009

banjiiirr...banjirr...

Sekarang udah bener-bener musim hujan nih...setelah melewati bulan oktober yang mustinya tanda dimulainya musim hujan tp hujan tak kunjung datang..di bulan November ini sepertinya sudah bener-bener memasuki musim penghujan, hampir setiap siang atau sore hari pasti hujan walau cuma sebentar. Namun hujan yg sebentar-sebentar itu sudah bisa menyediakan berita banjir dibeberapa wilayah di jakarta..bahkan di jalan-jalan utamanya...wah..PR buat pemerintah kota bener-bener ditagih sekarang ini. Banyak permasalahan yang terkait yang bisa menyebabkan banjir dimana-mana. Entah tata letak kota yang semrawut, entah hilangnya daerah resapan yang terganti dengan gedung-gedung tinggi, atau bahkan kebiasaan warga yang suka membuang sampah sembarangan.
Di luar semua masalah itu semua..sekarang ini aku lagi pengen berbagi cerita waktu aku sempat mengalami banjir lokal...hehehe...gini nih ceritanya...
Waktu itu aku masih kost di daerah pemukiman..di petojo...di kamar ukuran sedang, cukup nyaman untuk beristirahat sehabis seharian lelah bekerja. Kamar dengan jendela menghadap keluar sehingga memungkinkan matahari masuk, tapi sayangnya sering gak jadi masuk karena terhalang ama jemuran para penghuni kost..woalaahh...tapi mo gimana lagi...
Waktu itu...hmm taon berapa ya...aku lupa...tapi musim banjir besar di jakarta bisa dibilang sudah lewat, tapi hujan kecil justru bisa membuat aku tau betapa menyedihkannya kalo qta mengalami sendiri gimana rasanya kebanjiran.
Hari itu hujan rasanya gak mau berhenti...langit mendung seharian dengan setianya, alhasil selokan depan kost-kostan penuh dan ternyata lantai kost-kostan bagian depan banyak lubang-lubang tempat air bisa mengalir seperti air mancur, nah itu dia...gak mengira lubang-lubang kecil bisa bikin aku dan teman-teman kena banjir setempat, huaaahh...
Lagi asyik-asyik ngelamun n siap-siap mo tidur, si bapak yang punya kost-kostan teriak-teriak..mbak banjir...banjir...wah blaik..langsung melompat dari tempat tidur kasur busa yang beralas perlak...udah deh kasurku jd menjulang tinggi alias aku berdiriin drpd basah kuyup. Begitu buka pintu jegreeek..ternyata di ruang tamu airnya sudah semata kaki...wah, buru-buru semua barang aku angkut keatas lemari. Untung cuma kamar-kamar terdepan yang lebih rendah yang terparah, kamar di bagian belakang lebih tinggi jadi air gak mengalir ke belakang walau di gang depan kamar basah gara2 dipakai mondar mandir angkutin barang. Abis menyelamatkan barang-barang ke atas lemari, lanjut kerja bakti menciduk air supaya keluar. Karena kamar masih basah kuyup, alhasil malam itu gak bisa tidur dikamar sendiri..untung masih bisa nebeng nyenderin kepala di kamar temen yang kamarnya masih aman dr genangan air. Udah udara dingin..kena air melulu..kerja bakti nguras air n tidur gak nyaman wah badan jadi gak enak nih. Paginya musti bersih2 n ngeringin semua perabot yang kena air..untung barang-barang elektronik aman dari air. Pagi itu aku bersih-bersih dan beres ala kadarnya karena masih harus kerja. Gak enak aja masa harus ijin gak kerja gara-gara banjir lokal..wah tengsin juga ya hihhihi...
Sorenya sepulang kerja..aku beres-beres lagi..semua di lap-lap dan dikembalikan ke posisi semula. Akhirnya selesai juga beres-beresnya...siap bernyaman-nyaman kembali di kasur dan kamar sendiri. Siap mimpi indah deh pokoknya.
Mbak banjir...banjir lagii...bangun....waahhh suara si bapak lagi-lagi mengagetkan aq yang sudah terlelap. Ternyata hampir tengah malam, aku terbangun dan langsung berdiri..wah..ternyata aku sudah tidur di pulau kasur alias sekeliling tempat tidurku sudah basah tergenang air...mamaaa...dah cape-cape beres-beres...ternyata masih banjir lagi...huaaaa...
bruk..bruk...bruk...dah deh ...semua aq lempar-lempar aja ke atas lemari dan kasur langsung menjulang tinggi lagi. Lagi-lagi kerja bakti nguras air agar jangan sampai masuk dan bikin genangan yang lebih tinggi lagi. Untung hujan mereda sehingga aku dan teman-teman gak harus kerja bakti sampai pagi. Jam sudah menunjukkan pukul 3 pagi waktu aku bisa nebeng lagi untuk merebahkan badan di alas alakadarnya. Brrr... dingin, ngantuk, cape, kesel..wah semua campur aduk deh...
Setelah istirahat sebentar, bersih-bersih dan beres-beres lagi deh..kali ini aku gak kembalikan barang-barang ketempat semula. Aku masih biarkan barang-barang bertumpuk karena takut masih ada banjir lokal lagi. Si bapak kost juga sudah menambal lubang disana sini dan membuat semacam bendungan supaya air gak gampang masuk lagi.
Setelah ada banjir ketiga kalinya...dah..deh...aku cari kost lain aja...gak kuat capenya..musti begadangan,bersih-bersihin barang dari air bekas banjir yang gak tau air apa aja dan beres-beres, belum lagi was-was dan berjaga-jaga. Ngaciiirr....cari kost yang di tingkat atas deh...biar aman hehehe...
Tuh...untuk banjir yang paling parahnya satu dengkul aja dah bikin kapok-kapok...gimana yang ampe tinggi-tinggi ampe atap rmh gitu ya...ampyuunnn dah. Dah barang rusak semua...ntah pada hilang semua..lom lagi bersih-bersihnya juga...
Gitu deh cerita pengalaman kebanjiran yang pernah aku rasain. Paling gak bikin aku ada gambaran gimana sengsaranya orang-orang yang kebanjiran. Masih bersyukur yang aku alamin gak parah-parah amat.
Mantan kost aku sekarang dah berganti jadi bangunan yang megah dan bagus dan pastinya gak banjir lokal lagi kali ya....
Moga-moga musim hujan kali ini gak membuat banyak orang sengsara karena kebanjiran deh..semoga masalah-masalah banjir bisa segera diatasi,semoga.

Thursday, October 29, 2009

puyeennngg

mo gak mikirin...tapi gak bisa juga..aaarrgghhh...
Mau gak mau...suka gak suka..lingkungan qta sudah terbentuk dengan pemikiran-pemikiran yang sambung menyambung gak ada habisnya...kapan kawin???ntar kalo dah kawin ada lagi...kapan punya anak???anak dah jebrot..kapan nambah anak???anak dah dua...anak sekolah dimana???kuliah dimana???kerja dimana...de el el de el el...ampe balik lagi..kapan kawin????gubraaakk...
Apalagi usia dah masuk kepala tiga..waahh jangan ditanya deh..seberapa sering pertanyaan-pertanyaan itu bakal kamu terima.
Sebenarnya apa yang membuat orang harus mengikuti semua pemikiran-pemikiran itu ya???...ada yang tau jawabannya???biar aq gak pusing ndiri nih? :)

Wednesday, October 21, 2009

Ikhlaaaas....

Nyabung cerita 8 Sept kmaren nih...akhirnya aq musti mengikhlaskan duit yang sudah dikeluarin...yang diharapkan bisa membantu mendatangkan uang tambahan ternyata malah mengambil keuntungan dari orang-orang yang berusaha ingin mendapatkan tambahan dengan cara halal.
Yakin bahwa pasti orang yang membawa kabur duit2 orang2 dengan cara tipu menipu begitu pasti bakal mendapat ganjaran dari yang punya kuasa atas segala makhluk. Dan pastinya yang dirugikan bakal memperoleh yang gantinya..bahkan lebih besar...amiiiinn.
Ambil hikmah dari kejadian ini, bahwa mungkin sebenarnya gak ada yang menawarkan pekerjaan dengan cara meminta uang terlebih dahulu..hhmm mungkin laen kalo yang dibilang orang katabelece ya...tapi kayaknya di jaman sedang giat-giatnya KPK orang-orang juga gak bakal berani minta sogokan ya hhihihi...moga-moga aja demikian.
Ya udah...sampai ketemu lagi dicerita yang lebih seru aja ya....mo have fun aja...menikmati hidup...mencari dan memberi cinta untuk orang-orang disekeliling qta...kayaknya bisa membuat hidup lebih menarik dan membahagiakan...cheeeerrrrss :)

Tuesday, September 08, 2009

dagg...diiig...duuugg...

Itu bukan suara bedug lho...tp jantungku yg lagi dag dig dug..apa mo dikata...niatnya mo kerja sambilan buat tambah-tambah uang jajan..sekarang malah denger bad news...huaaaa
Gini critanya, awalnya aq ditanya temen mau gak kerja sambilan data entry tapi harus beli programnya dulu. Gak langsung mengiyakan tapi aq tanya dulu apa nama perusahaannya SI, lalu aku browsing di inet..ternyata ada web nya pake bahasa inggris, setelah dibaca-baca sepertinya masuk akal (untuk ukuran aq yang gitu canggih tentang program-program komputer), walau rada aneh karena di web tidak tercantum alamat kantornya. Setelah aku dapet nomor teleponnya aku bergegas telepon untuk konfirmasi kebenarannya. Ama pegawainya di jawab suruh dateng lgs aja dan dikasih alamatnya.
Akhirnya hari sabtunya aq janjian ama temen datangin tuh kantor yang letaknya di lt.1 sebuah mall yang gak begitu ramai. Setelah liat-liat program yang ditawarkan, dan dengan pertimbangan kemampuan kami yang kira-kira bisa mengerjakannya serta didukung kenyataan bahwa teman-teman yang sudah duluan bergabung benar-benar memperoleh penghasilan, jadi deh aku n temenku bergabung dengan membayar biaya yang katanya untuk bayar programnya. Dengan semangat masih menyala-nyala...ampe lembur-lembur ngerjain data entry itu...sinetron langganan ampe kocar-kacir gak ditonton...musik-musik on the spot yang biasa nyantol di telinga juga ditinggalin saking semangatnya nyari tambahan..
Hari ini denger kabar buruk...kantornya ditutup n karyawannya disuruh gak masuk...huuaaaa...gimana nih nasib...bener-bener melayang gak tuh duit...masih h2c...masih berharap untuk kenyataan yang lebih baik...semoga.

Wednesday, August 19, 2009

Laskar Kejora Trip to Belitung 15-17 Agt 2009

HHmmm..kapan ya awalnya laskar kejora ingin ke jalan-jalan ke Pulau Belitung??? yang masih ingat, awal Maret 2009 vero sudah mulai cari-cari tiket murah ke belitung dan akhirnya tanggal 27 maret 2009 tiket ke Belitungpun sudah selesai di booking dengan budget pulang pergi Rp.574.000,-
Sambil meeting-meeting untuk kepastian rencana jalan-jalan akhirnya tercetus ide untuk pakai kaos warna warni yang cerah ceria supaya lebih meriah. Dan akhir bulan mei ratna,yienni dan liliyani berburu kaos warna-warni. Awalnya ingin berburu di blok A tanah abang saja yang dekat,tapi ternyata tidak ketemu yg diinginkan, jadi deh lanjut ke blok-m dan setelah keliling-keliling sampai kaki pegal dan penat akhirnya dapat juga tuh kaos-kaos yang diinginkan.Merah,kuning,hijau,pink,orange. Ada satu warna lagi yang akan dipakai yaitu ungu tapi tidak kita beli karena uli sudah ready stock.

Hari demi hari berlalu dan karena didahului teman yang prewed ke belitung dan boss yang jalan-jalan ke belitung membuat kita semakin ingin cepat jalan-jalan juga.
Namun semakin dekat hari keberangkatan yienni dan uli malah batuk-batuk...wah gawat nih...disusul liliyani juga masuk angin. Semua jadi berdoa agar semua segera fit dan bisa jalan-jalan. Dan karena kondisi tidak memungkinkan untuk kita sering-sering bertemu untuk membicarakan rencana perjalanan karena takut saling menulari...jadi deh vero yang membuat detail rencana perjalanan kita dan yang lainpun pasrah.
Saat yang ditunggu-tunggupun tiba,tanggal 15 Agustus pagi jam 7.00 taxi blue bird yang sudah dipesan untuk jam 7.30 pun sudah datang menjemput, untung semua sudah siap jadi ratna,liliyana,dan uli langsung cabut dari basecamp ke kost liliyani, lanjut ke rumah vero dan langsung ke bandara. Yienni berangkat langsung dari rumahnya di tangerang. Sesampai di bandara ternyata sudah ramai sekali, mungkin karena hari senin lusa adalah hari libur nasional jadi kebanyakan memanfaatkan waktu untuk berlibur seperti laskar kejora.
Check in di counter Batavia dan untungnya counter ke Tanjung Pandan tidak begitu ramai jadi segera deh kita masuk ke ruang tunggu dengan tak lupa membayar airport tax Rp.40.000 per orang. Ternyata di ruang tunggu sudah ramai dan penuh karena ada beberapa rute yang delay. Untungnya rute ke Tanjung Pandan pagi itu tidak delay, hanya mundur sepuluh menit. Dan seperti biasa tidak ketinggalan kita berpose-pose dahulu selagi menunggu jam keberangakatan.
Sesampai ke Bandara Hanandjoeddin Tanjung Pandan, yang tak ketinggalan langsung pasang pose didepan plat bandara hehehe...Udara cukup panas juga, tidak begitu berbeda dengan suhu di jakarta. Begitu ketemu mobil jemputan, kita langsung memulai perjalanan dengan mencari santapan menjelang siang mie belitung. Enak mana ya ama yang dijual di jakarta...tapi ternyata tidak bisa dibandingkan karena berbeda jenis...hhhmm lebih mirip mie celor tapi kuahnya bening, gitu deh kesimpulan kita. Ternyata sepiring mie kurang mengenyangkan perut-perut yang sedang semangat diajak jalan-jalan hahaha.. Sehabis makan siang kita langsung ke Tanjung Pendam dan foto-foto disana.Di Tanjung Pendam sedang ada acara untuk menyambut 17 agustus, tapi kok masih sepi ya?
Dari Tanjung Pendam lanjut ke Tanjung Binga, ada tiket masuk sepuluh ribu untuk satu mobil yang berisi tujuh orang. Sesampai disana sembari menunggu masakan makan siang,pastilah diisi dengan acara atur pose...hehehe..ada cottage dengan bentuk rumah panggung, bangunannya masih bagus..entah berapa tarif untuk menginap disitu, yang penting ikut mejeng saja hehehe
Walau agak mendung,tapi hawa disana panas juga..wuiih..batu-batunya panas tapi tidak menyurutkan niat kami-kami untuk berfoto-foto...pemandangan dengan batu-batu yang jarang ditemui. Selesai berfoto kami kembali ke Resto Bukit Berahu dan ternyata pesanan kami sudah siap,nyaaam..nyaaam..makin lapar aja nih..kami pesan yang katanya masakan khas Belitung yaitu Gangan Kepala Ketarap,cumi asam garam,udang rebus,dan sayur kangkung cah terasi.
Untuk pecinta masakan yang asam, Gangan bisa jadi referensi masakan selama di Belitung. Cumi asam garamnya rasa asam jawanya begitu kental...cieee..seperti pak Bondan aja ya...waahh..saya sebagai pecinta masakan asam dan pedas serasa dimanjakan hihihi...Untuk yang tidak suka asam lebih baik memilih masakan yang lebih netral daripada sakit perut selama jalan-jalan.
Sesudah makan kenyang, perjalananpun kami lanjutkan ke Tanjung Tinggi tempat syuting laskar pelangi. Wah tempatnya memang bagus...tak bosan-bosan untuk mencari pose untuk berfoto di sekeliling Tanjung Tinggi ini.

Batu-batu besar dan pemandangan pantai yang masih asri memanjakan mata yang jarang melihat keindahan alam dan udara yang bebas polusi.
Begitu semangatnya sampai-sampai naik ke batu-batu besarpun kami jalani. Tapi kami bukanlah satu-satunya rombongan yang mengeksplore Tanjung Tinggi sore itu, ada beberapa rombongan yang juga menikmati pemandangan dan berpose sama narsisnya seperti rombongan kami.
Matahari sudah mulai beranjak pergi saat kami pun beranjak meninggalkan Tanjung Tinggi menuju penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya di Tanjung Kelayang. Kira-kira 15 menit kemudian sampailah kami di penginapan, kami pun bergantian mandi dan kemudian memesan makan malam ala pantai yaitu aneka macam masakan sea food. Setelah makan malam kami pun beristirahat di kamar yang telah disediakan. Dengan tarif Rp.250.000,- semalam kami mendapat kamar berukuran 5x5m dengan AC dan kamar mandi dalam dan ranjang ukuran sedang lengkap dengan kelambunya,aman bagi yang sensitif terhadap nyamuk-nyamuk belitung yang rata-rata lebih besar dan lebih hitam dari nyamuk jakarta.Kami pun beristirahat untuk memulihkan tenaga dan mempersiapkan tenaga untuk perjalanan besoknya.
Esok harinya pukul 06.00 wib kami telah siap melanjutkan petualangan dengan rencana makan pagi dan dilanjutkan perjalanan dari pulau ke pulau dengan menggunakan boat.Namun rencana pagi itu tak semulus harapan kami,sarapan pagi yang sudah kami pesan dari semalam ternyata belum siap dan boat yang kami pesan pun tak ada. Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya kami dapat menikmati sarapan pagi nasi goreng dan indomie rebus. Matahari sudah mulai bersinar dengan teriknya saat boat kami diganti dengan kapal lain yang tentu saja dengan disertai penyesuaian harga.Yahh...apa boleh buat, kami tak memikirkan halangan tadi lebih lanjut karena kami tak ingin mengurangi keasyikan perjalanan kami.
Berbekal masukan dari teman-teman yang sudah pernah ke Belitung bahwa di pulau-pulau yang akan kami kunjungi tidak tersedia tempat makan dan minum, maka kapal kami pun berangkat dengan bekal makan siang yang sudah dipersiapkan dari penginapan. Pulau pertama yang kami kunjungi adalah Pulau Lengkuas,pulau yang terkenal dengan mercu suarnya.Dari bapak-bapak yang kami temui disana,diketahui bahwa mercu suar tersebut terdiri dari beberapa lantai yang jika sudah sampai dilantai paling atas dapat melihat pulau-pulau kecil disekeliling Pulau Lengkuas.Sayangnya informasi tersebut kami dapat setelah kami pulang dari Pulau Lengkuas jadi kami tidak sempat melihat pemandangan dari atas mercu suar.

Di Pulau Lengkuas ini kami temui tempat dengan batu-batu besarnya yang berserakan namun elok dilihat, dengan air diantaranya dan ikan-ikan kecil yang mirip dengan pasir di dalamnya. Setelah beberapa lama kami berada di pulau lengkuas,perjalananpun kami lanjutkan kembali ke Pulau Burung.Dinamakan demikian karena bebatuannya tersusun menyerupai burung kapal melaju demikian kencang diantara gelombang ombak sehingga angin kencang dan deburan ombak menerpa wajah dan tubuh kami sehingga membuat kami ngeri dan memutuskan untuk memakai jaket life guard yang sudah kami sewa dari penginapan.Tiba di Pulau burung kami pun tergoda untuk segera bermain di beningnya air pantai yang kami jumpai.Lelah bermain air kamipun makan ikan bakar,udang dan cumi yang sudah dibakar oleh pengendara kapal kami.Segarnya kelapa muda yang baru dipetikpun dapat kami nikmati. Setelah beristirahat sejenak kami pun melanjutkan perjalanan ke Pulau Babi dan bersnokeling. Namun karena tidak ada pemandu dan petunjuk khusus untuk bersnorkeling kami agak kesulitan untuk menemukan pemandangan bawah laut yang
biasanya dapat dinikmati waktu bersnorkeling.Sayang sekali waktu itu saya tidak bisa ikutan bersnorkeling ria karena sedang berhalangan huaaa....padahal ingin sekali.Hanya terumbu karang dan beberapa ikan kecil yang dapat kami nikmati disekitar Pulau Babi.Kami pun mampir sejenak di Pulau Babi untuk berenang-renang di pantainya.Puas berenang kami pun kembali ke Pulau Kelayang tempat penginapan kami berada, dengan ombak yang lumayan besar karena air laut yang pasang dan kapal yang melaju cepat, badan kami pun kembali basah tersiram air laut. Sampai di Kelayang ternyata kapal tidak dapat menepi karena air sudah menutupi pantai,jadi terpaksa kami terutama saya turun dari kapal dengan mencebur setengah badan...wuaaahh basah kuyup juga akhirnya.
Selesai semua mandi,waktu masih menunjukkan pukul 15.00..wah mo ngapain lagi ya...mungkin kalo teman-teman bisa menggunakan waktu ini untuk menjelajah wilayah Belitung Timur ke daerah Manggar dan sekitarnya, namun kami memutuskan untuk menikmati pemandangan laut yang sedang pasang sambil menunggu sunset dan tentu saja tak lupa berpose narsis hihihihi.Sudah puas menikmati alam dan berfoto kami pun memesan makan malam.Kali ini ada hidangan ikan ilok bakar yang katanya terkenal enak dengan tarif Rp.80.000,- seekor ukuran sedang,mahal gak ya? ditambah udang,cumi dan sayur genjer,wah kali ini hidangan terasa enak entah karena masaknya benar enak atau karena hati sedang riang dan perut sedang lapar.
Esok harinya kami pukul 7.30 kami sudah berkemas berangkat ke bandara dengan tujuan mencari mie belitung untuk sarapan.Dengan mobil carry yang kami sewa seharga Rp.150.000,-berangkatlah kami menuju Tanjung Pandan.O ooouww.. ditengah perjalanan ban mobil yang mengantar kami kempes,ban serep pun kempes karena baru semalam digunakan jadi terpaksa kami menunggu mobil jemputan lain,ternyata penduduk Belitung masih ramah-ramah dan mau menyapa kami yang numpang duduk dihalaman rumah penduduk setempat.Untung kami berangkat lebih awal sehingga menunggu beberapa saat tidak membuat kami panik takut ketinggalan pesawat.Setelah menunggu beberapa saat mobil penggantipun datang dan perjalanan pun dapat dilanjutkan.Karena ingin mencoba mie belitung versi lain,kami pun mencoba mie ayam dekat patung ikan sebagai sarapan.Mie dengan daging ayam dengan kuah kecap,kalo menurut saya sih mirip mie yamin, semangkoknya tujuh ribu perak dan lumayan mengenyangkan. Ternyata banyak toko yang tutup mungkin karena hari itu hari libur memperingati hari kemerdekaan Indonesia.Tempat-tempat souvenir juga tutup,alhasil kami yang sedari jakarta sudah ingin melihat souvenir batu satam yang katanya berasal pecahan meteor pun kandas sudah.
Sampai dibandara Hanandjoedin ternyata bandara masih sepi dan counter cek in belum buka,jadi kami pun memanfaatkan waktu untuk berfoto dan bercengkrama dengan penduduk belitung yang bekerja di bandara dan sedang menunggu kesempatan usaha dari mengantar pendatang-pendatang yang ingin menyewa mobil.Setelah counter dibuka kami pun segera masuk dan check in,airport tax disini Rp.12.000,- per orang.Masuk di ruang tunggu yang masih sepi karena masih pagi sampai penunggu penuh karena pesawat delay satu jam.Bandara di belitung ini termasuk bandara kecil yang bersih dan AC yang masih lancar,pemandangan ke hanggar pesawat walau panas masih ada beberapa tanaman bunga yang sedang berkembang sehingga cukup menghibur mata yang silau karena teriknya sinar matahari.
Setelah satu jam menunggu maka jam 12.30 kami dapat masuk pesawat dan 45 menit kemudian tiba di bandara sukarno hatta.Setelah mampir makan siang di Mang Kabayan tangerang akhirnya kami pun melanjutkan perjalanan ke rumah masing-masing.Hhhmm senangnya bisa jalan-jalan ramai-ramai bersama teman-teman..apalagi biaya yang kami keluarkan tidak berasa memberati kantong karena sudah kami kumpulkan terlebih dahulu dengan cara menabung bersama.Kemana lagi tujuan jalan-jalan kita selanjutnya ya????tunggu aja yach... :)

Tuesday, March 24, 2009

Goes To Lampoeng 27 Des’08 – 01 Jan’09

     Whoooaaammm..whoaaamm…sambil ngantuk-ngantuk ngeliatin tas-tas persiapan jalan-jalan ke lampung, kayaknya semua udah beres..tinggal nungguin peserta-peserta lain yang masih sibuk dengan pekerjaan masing-masing, maklum hari itu Tanggal 27 Desember 2008, lili masih kerja ampe jam 12 siang. Rencananya aku, Lili n Vero mo ikutan Yienni pulkam ke lampung..setelah sekian lama gak rame-rame ke lampung. Terakhir bisa jalan rame-rame ke lampung tuh tahun 2004.
     Oiyaa..aku inget kalo ke lampung tuh enaknya kalo bisa berenang di laut..tentunya disamping makan empek-empek, so aku langsung sms lili dan vero buat ngingetin mereka bawa baju renang tertutup ( di laut gitu boo..khan gak enak kalo mo saingan ama kakak beradik ahzari yang lagi hot-hotnya ribut ama roy suryo gara-gara poto syuur mereka hehehe ). Eh Lili malah bilang mo bawa sarung…kirain beneran…kebayang gak lili nyemplung di laut pakai sarung??? hahahahaha…kalo vero mo ngereyen baju renang baru..suit-suit…baju renang baru alhamdulilaaahh...
     Jam 12.00 wib Lili dateng langsung ke dapur dan nyapu masakan wayan..hmmm masak apa ya???...oohh sop bakso..isi macem-macem..laper apa doyan li??? Hihihi habis tuh vero nyusul dengan bekal yang komplit..gak lupa bawain kita jatah preman,thank’s ya ve…( preman sopan nih hhihihihi ).
Setelah sempat kayak setrikaan alias bolak-balik kamar dan kamar mandi serta sempat lihat foto-foto pengantin yang barusan jadi, akhirnya kita berangkat juga. Di jalan sempat gerimis-gerimis..untungnya ada yang disayang suami..jadi kita ikutan aman diantar sampai merak, asyiik juga…thank’s pak Denny.
     Kapal cepet gak beroperasi karena cuaca lagi kurang bagus..sering hujan dan ombak lumayan gede. Dapet kapal yang didermaga 4 paling ujung, lumayan buat tambahan program sepuluh ribu langkah. Waah serem juga..naek kapal gede yang lom jalan aja berasa goyangan ombaknya.
Yang gak bakalan ketinggalan nih...pasti mejeng sana sini. Lom masuk kapal aja sudah ambil gambar heehhehe..
     Gak tau karena emang udara di dalam kapal yang pengap atau lom tenang karena lom makan popmie (naek kapal lom afdol kalo lom makan popmie...ini sih menurut ratna aja) aku ama vero keluar kapal..ceritanya mo cari angin tapi gak boleh bengong begitu aja, so kita langsung pasang aksi di depan kamera. Anginnya kenceng banget, katanya sih lagi bertiup angin barat. Lalu disusul yienni dan lili yang pasang gaya. Abis susah payah bergaya diantara angin nan berhembus kencang dan dengan berbagai pertimbangan akhirnya kita pesan popmie. Hmmm perut sudah kenyang...udara yang panas dan angin yang dengan susah payah masuk ke kapal membuat kita-kita terkantuk-kantuk.
      Lambang Lampung sudah kelihatan...sudah mo nyampai nih..buru-buru vero ambil kamera, tapi ternyata terlalu jauh kalo diambil pakai kamera biasa jadi lambangnya cuma keliatan kecil tapi lumayanlah. Sesampai di bakau ternyada di dermaga yang paling ujung juga...sudah was-was mo jalan jauh lagi, tapi ternyata ada banyak taksi di dermaga itu..syukur deh..kagak harus jalan kaki dari ujung ke ujung lagi. Perjalanan Bakau-Panjang lanjut bobo..zzzZZzzz. Setelah setahun kagak pulang kampung..pulang kali ini kayaknya Yienni begitu dinanti-nanti..sampai ditelponin berkali-kali....sudah sampai mana??? terutama keponakan nih yang sudah gak sabar pengen ketemu...iya khan fioooo hehehe
     Begitu nyampe...."Miiiinnn...bihun rebus tiga..bihun goreng satu"langsung deh orderan Pak Min ramai. Urusan perut dulu, bersih-bersih belakangan hahaha. Sesudah kenyang, baru deh antrian mandi dimulai, dari lili yang duluan abis makannya, trus vero, trus aku trus yienni. Setelah mandi acara lanjut maen ama Fio bentar...abis itu ilang lagi deh, bobo lagi karena besok dah ada rencana mo ngelaut...mo blajar renang ato kata lili lebih tepatnya "acting renang".
     Minggu pagi tanggal 28 Desember 2008 musik klenengan lili dah bunyi..tapi kok gak ada yang bangkit ya???hmmm masih pada malas-malasan. Ya pengen ngelaut...ya pengen tidur lagi....aduh gimana niihh? "Jadi gak?" tanya Mama Yienni yang akhirnya membangunkan kita-kita..yach... kapan lagi..takutnya besok-besok gak bisa ngelaut karena dah tanggal-tanggal rawan "tamu". Tapi rupanya vero takut kedinginan...jadi gak ikutan nyemplung, cuma mejeng-mejeng n ngepaparaziin kita-kita yang berenang.
     Sudah puas berendam dan akting berenang, akhirnya kita pulang juga..takut kesiangan dan malah jadi tontonan orang-orang disepanjang jalan. Pulang sambil liat pemandangan kanan-kiri...eeeitt, ada spanduk "Ratna" caleg lampung, "photo-photo" usul vero...jadi dah aku mejeng dulu hihihihi.
Jangan lupa...dukung caleg kita ini yaa...dukung nomor tiga empat huahahaha...
     Berikut antri mandi deh, nyokap yienni duluan, berikutnya lili, n aku yang terakhir. Menunggu giliran mandi sambil nonton televisi dan dibuatkan teh hangat ama yienni..mayan enak juga, thank's juueenng. Abis mandi trus nyuci tuh perlengkapan berenang biat siap pakai kalo mo berendem lagi. Dah pede aja mo berendem lagi, soalnya Fio dah pengen banget ikutan berenang, tapi gak boleh ikutan ama kita-kita tadi pagi karena jalan ke pantainya rada susah apalagi buat anak kecil ndut hihhihihi, akhirnya nyokapnya ngajak ke Mutun, aku lom pernah diajak ke sana tapi kata ci2 Moni pantainya bersih, jadi pengen deeeh. Tapi musti sabar dulu yee, kita sarapan aja dulu..bihun kuah special racikan yienni..so isinya muantap dan nda bakal dapat kayak gitu kalo pesen ndiri di restoran soalnya bisa bikin bangkrut yang jualnya (untung nda tiap hari minta sarapan gitu ya yien hihihihi..)
     Sesi berikutnya kita menyalurkan bakat-bakat terpendam yaitu kenarsisan huehehehe..dari yang kecil ampe yang "dewasa" ternyata sangat-sangat narsis. Gaya begini..gaya begitu...ama ini..ama itu...wis komplit dah. Udah selesai sesi pemotretan cieee...mo pain lagi yaaa...ayo bujukin joni buat nganter kita berenang hihihihi...Wah rada alot nit..ampe musti dua senjata dikeluarin, dah pake senjata mutakhir Fio (air mata alias mewek hihihi ) kayaknya masih kurang mempan, pake deh ngajakin ehem-eheeem...waaahh langsung tokcer hueheheheee...jadi deh kita jalan-jalan ke pantai Mutun. Siap-siap ganti kostum dulu biar gak ribet ganti disana. Jam 11.30 wib kita berangkat dengan formasi Joni, Maria, Ci Moni, Fio, Yienni, Lili, Vero n Ratna, sebelum berenang rencananya kita mo makan siang dulu nih, rencananya di deket-deket Mutun.. apa namanya ya..Cunfen kalo gak salah dehh..jual seafood gitu deh, tapi luuuaaammmaaanya minta ampun.
Udah tiga jam lom keluar juga tuh makanan, rekor terlama nunggu makan dengan penuh kesabaran, padahal sebelum berangkat Ci Moni udah pesen duluan. Alhasil hampir semua pedagang yang lewat ketiban rejeki karena ampir semua di stop buat ganjel perut yang dah pada laper n gak bertenaga.
     Di awal-awal sih masih menanti dengan penuh semangat..lama-lama kak senter keabisan baterai hahahahaa.Liat aja nih...dari posisi duduk ampe teler tergelepar semua hihihihi
Satu jam berlalu...sabaaaarr..dua jam...setengah teleeer...tiga jam..."jam berapa nih?"tanya Ci Moni, lili ngejawab "jam tiga" haaaahhh semua langsung merespon dengan terkagum-kagum...wah langsung deh ci Moni bangun dari tempat duduknya dan nyerbu tuh pedang. Wah ternyata ada pembeli yang maen sikat hasil masakan walaupun gak tau tuh pesenan siapa...hhmm pantesan. Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya kita semua makan juga, udangnya besar-besar n manis..katanya direbus dengan sprite, masakannya sih lumayan enak tapi perjuangannya booooo
     Dah selesai makan kita langsung meluncur ke pantai Mutun. Ternyata ramai juga pengunjungnya. Fio, aku dan ci Moni langsung maen air deh...jurus utama...ngapung..huahahaha..ci Moni hebat juga, baru belajar langsung ngalahin aku. Yienni akhirnya ikutan maen air n belajar mengapung, sayang lili dan vero gak mau ikutan maen air, tapi mejeng mah teteeepp nomor satu dah.
     Di Mutun ada banana boat juga, dan karena kita pada lom pernah jadi kita pengen nyobain tapi antrinya banyak..jadi kita urungin (tapi masih pengen banget nih ). Mo pain lagi ya?? pengen nyoba kano.. tapi antri juga..akhirnya kita naek kapal ke pulau kecil di deket situ, tapi kagak mampir. Cuma muterin tuh pulau (padahal ada banana boat juga n kayaknya mayan sepi,huhuuuuhu..pengeeeenn) bagus juga pemandangannya loh. bbbbrrr.. dingin juga menyeberang dengan kostum basah-basah. Sesudah menyeberang ternyata keinginan kita tuk naek banana boat makin tak terbendung..selain pengen naek...juga pengen bikin lili n vero basah-basahan juga, khan gak seru kalo ke pantai tapi gak basah-basahan, setujuuuu????harus hahahaha. Jadi deh akhirnya kita ngantri juga. Begitu giliran naik, lili paling depan, abis itu yienni, abis itu vero n gw paling belakang.
Belok kanaaannn..miring kiriiiii...waaah begitu dah mo nyampe, kita diceburin...kapalnya beloknya patah banget, byuuuuuurrr kaget n mayan kenceng juga jatuhnya. Seru juga..tapi ternyata bikin lili gak mau lagi naek banana boat paling depan, katanya sereeeem liat ombaknya. Akhirnya basah semua dah hhihihi..oh gak dink, joni ama maria gak ikutan basah-basahan karena kaki maria lagi sakit. Udah puas maen air akhirnya kita mandi ato lebih tepatnya cuma bilasan aja pake air tawar yang sudah disediain di dekat situ..tentu aja bayar. Hari ini jadi maen di laut dua kali...asyiiikk kapan lagi sering-sering maen di laut.

Bersambung :)